-paron-

hentak laju kereta,
menjelma mengisi nada,
menyisir ruang antara genta,
menghirup halus rasuki dada.

berjalan, sahabat dalam warta
menari bersama tabur bintang
usai setiap jengkal cerita,
senandung nada nyala pelita.

bukan sebongkah waktu.

pergi untuk berpulang,
pada yang baru.
seperti angin petang,
mengejar hamba peluru.

-petualang senja-

ketika bukan satu, mungkin setengah
ketika bukan setengah, mungkin kosong
ketika bukan kosong, selalu terjawab semua.

lalu di mana garis senja, antar lingkar lengan,
dalam senyum tawa,
sejalan hembus angan.

lalu di mana jingga?
asap dalam jiwa, jawabku:
“beberapa mawar dalam
tanda catatan itu,
petualang!”

-seva-

datanglah engkau selayak embun bagi sepasang daun
datanglah engkau sebatang kayu demi seorang anak
datanglah engkau setangguh gunung bersemayam kalbu

cairkan mimpi dalam sebuah bejana
hisap dalam setiap detak langkahnya

namun keabadian di dalam diri
kesadaran akan kehidupan abadi,
bahwa kemarin hanyalah kenangan
hari ini dan esok adalah harapan.