Diam itu seperti emas, kata orang. Kalo boleh sedikit menyanggah, kalo diam itu emas, kenapa kita saat ini selalu diam dan selalu kehilangan emas?
Kita selalu diam ketika melihat harga diri kita dirampas oleh pihak lain.
Kita selalu diam ketika wajah ditampar oleh ketidakadilan yang tampak di depan kita.
Kita selalu diam ketika suara kita dibungkam oleh nafsu menguasai dan menjadikannya budak dari kekuasaan.
Inikah emas yang menjadi harapan kita?
Inikah emas yang selalu kita impikan?
Inikah emas yang selalu kita harapkan ketika kita selalu diam ketika kita selalu ditipu oleh kata diam itu?
-Emaskah itu?-
