-yang terakhir (mungkin !)-

Satu tanganmu mengepal langit

gelegar petir menyahut getir.

Dalam sekam muncul bara

tertindih batu hilang asap.

 

Seperti sebuah akhir jiwamu

berontak melepas tali kekang.

Kau terjang segala candu

lawan semua hanya penghalang.

 

Pergilah!

Jahanam!

 

Sebilah pisau bias sinar

satu aku pasti pudar.

 

Majulah!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: