-lontar asmara-

Langkahku letih mencipta angan.

Surga tercipta agar bersatu kita akan keindahan.

Derai takdir tali rajut.

Bentang kalam tak bergairah.

Tersulut bara hidupku hanyut gemuruh.

 

Dipeluk nista tanah ini. Untai keladi siapa biang? Nimas.

 

Darah yang tak tertanam dalam-dalam.

Hinggaplah muara bening asmara.

Sentuhlah bibir waktu dengan cahaya.

Tebarkan dini rasa mengganti akar bahana.

 

Lelahkah ia kala dirampas pelita padam.

Alam bergolak di sela rintik pikir.

Tanpa tudung sang penghuni saloka.

Rongga api bara gelentar mayapada atas langkah diniwan.

Lelah ketika hanya biduk berubah arah.

 

Ketika hujan berhenti dalam dawai sang bidadari.

Lontar sukma tanpa kekasih. Coba terlelap, hati kalut.

Coba terbang jiwa hanyut. Warna gelap kini.

Kala yang hadirkan jiwa untuk mencinta.

Hati ini adalah hadiah untukmu.

Kenangan yang meretaskan keindahan.

Keabadian terwujud di samping jiwamu.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: