-mayasari-

Perempuan bersinar mata jernih

Embun pagi langkah kaki menyingkir

Perempuan mata hati tertarik

Melangkah perawan ia sejati.

 

Jingga matahari di ufuk

Perempuan wangi dalam rindu

Sirna kabut datang nurani

Surga berbisik:

 

“Setangkai bulan berbelah tujuh

Mawar terbendung terisak sentuh

Capung merah bersayap satu

Hinggap dilalap waktu.”

 

 

Seperti bintang di harap nelayan

Laut dan kayuh tekad membara.

Seperti rentang kala pujian

Demi puan bersanding asmara.

 

Hutan dan rimba bertekuk jenuh

Daun lebat kuat jatuh.

Selaksa batin asmara penuh

Di tangan puan berjanji utuh.

 

Luka darah dalam bendung

Berputar-putar di atas mendung.

Wahai gadis cantik bertudung

Sudikah puan hadirkan kidung.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: