Dinamika Kepribadian Tokoh Drama Mangir: Tinjauan Psikoanalisis

ABSTRAKSI

 

 

 

Skripsi ini berjudul “Dinamika Kepribadian Tokoh Drama Mangir: Tinjauan Psikoanalisis” . Alasan pemilihan topik penelitian ini adalah gambaran mengenai tokoh-tokoh yang ditafsirkan sebagai sosok penguasa yang labil karena tidak memiliki integritas sebagai pengemban amanat sebagai pemimpin masyarakat. Fungsi pemimpin yang seharusnya mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi tidak terjadi dalam Mangir.

 

Ketidakberdayaan secara politis dikompensasikan (pengalihan atau penggantian tujuan-tujuan) dengan menekan pihak lain sebagai pencapaian kesuksesan. Pemimpin merupakan pencerminan masyarakat dimana tujuan-tujuan masyarakat menjadi tujuan pribadinya. Oleh karena itu, dipergunakan kajian psikoanalisis untuk mengetahui bentuk-bentuk represi dan pengalihan keinginan yang membentuk perkembangan kepribadian mereka.

 

Kajian psikoanalisis adalah mengetahui dorongan tidak sadar untuk mencari kesempurnaan (pemecahan masalah). Freud menyatakan bahwa harapan bawah sadar tersebut bertemu dengan harapan pikiran dan berusaha untuk menemukan kepuasan dalam bentuk kompromi antara tuntutan kemauan dengan kekuatan sensor. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode hermeneutika, yaitu metode yang berusaha menafsirkan makna tersembunyi dalam sebuah bahasa sebagai ruang kosong untuk memperoleh makna yang paling optimal yang dijelaskan menjadi tiga teknik pendekatan, yaitu: asosiasi bebas, analisis mimpi, dan transferensi.

 

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya naluri tokoh yang dialihkan dengan menghilangkan kehadiran individu lain untuk mendapatkan obyek dari kebutuhannya. Keinginan yang mengalami represi secara tidak sadar muncul karena rangsangan dari tokoh lain, yang bersifat menghambat pemenuhan sehingga menyebabkan Ego mengalami kecemasan. Mekanisme displacement dilakukan untuk mencegah kemunculan Id secara langsung. Pengalihan ini merupakan usaha tokoh untuk meraih dan mempertahankan obyek keinginan melalui tindakan menghilangkan tokoh lain. Pengalihan libido seksual Putri Pambayun dan Wanabaya dengan menghilangkan sosok Panembahan Senopati merupakan usaha untuk menjaga kelangsungan hidup pasangannya sebagai obyek dari keinginannya. Naluri thanatos Baru Klinthing dan Tumenggung Mandaraka dialihkan dengan menghilangkan Wanabaya dan Putri Pambayun melalui kekerasan atau perang untuk mendapatkan obyek dari kebutuhannya, yaitu kemenangan atas suatu daerah, dalam hal ini Kerajaan Mataram atau Perdikan Mangir. Berdasarkan pengalihan keinginan yang terjadi, terdapat sebuah keinginan yang sama dalam mencapai sebuah obyek, yaitu menghilangkan sosok lain.

 

Kata kunci: dinamika, kepribadian, Mangir, psikoanalisis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: