Denya

Dan, ketika yang terlahir harus pulang
Jalan di antara tepi haluan
Batu berserakan terampil pedang
Air, ya, air mata heran
Di tikam menanti waktu
Sepertiga do’a hilang nafas
Alang-alang, kemana menutup
Rintih anak, di sela ganas, di sela beringas
Detik terakhir di awal hari
Warta kembang di sela jingga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: