-debu-

Terdampar di tengah padang pasir
Rintik hujan terasa hangat dalam getir
Inikah jalan harus selalu berakhir
Berharap angan cepat hadir?


Lalu apa arti goda senyum
Lalu apa makna nafas harum
Dalam keheningan kita bersatu
Dalam kobaran tak pernah ragu.


Hendak adalah milikmu
Telapak itu saksi bisu
Aku tetap berada dalam mangu
Aku tetap tengelam dalam debu

Bukan anggur pelepas dahaga
Bukan samudra di ujung dermaga
Bukan awan halangi angkasa
Bukan malaikat merenggut nyawa.

Kembali lara sendiri, gelap
Termangu jiwa malas tegap
Dan romansa telah lenyap
Jiwa t’lah gentar pada harap.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: