-dongeng tentang senyum yang hilang-

kapan yach, dapet senyum manis itu??
kadang rindu juga melihat karya Hyang Agung
tanpa keindahan sempurna yang sudah diberikan.
ada apa gerangan, sobat??

apa semua harus dibeli?
tak cukupkah sapa ini berbalas??
atau segenggam embun pagi
jadikan ia berharga.

tanah tempatnya melangkah
seperti jejak sepatu, tertanam dan musnah.
peluh ini tertumpah bercampur darah
demi tanah tempatnya melangkah.

ketika hanya senyum kuharap,
takkah itu berlebih??
takkah itu sederhana??
takkah itu terima kasih??
takkah itu balas budi??

atas tanah tempat ia melangkah
kini dan sepanjang masa nanti!!
tak pernah berbalas,
sobat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: