-rantai larut lelaki-

 

 

ketika untai waktu dilibas sesat
pada ronta pedati lahir sesat
topeng adalah warna warta
tapi bersandar selaksa nista.

tentang hidup waktu tunjuk
dalam angin awan mengalir
antara awan bersujud merajut saujana larut
awan dan tanda surgawi adalah mimpi.

bergeming tak sesakkan hati
bertabur bintang ia menari
kukus kemukus mencari jejak
ranting jingga ditepis retak
bingkai kejora berbalut respati.

sungguh bahagia lelaki itu
melihat perempuan ini mampu
berjalan tegak menata hari
semesta ditabuhnya gemuruh.

dalam pernik hujan pagi
lelaki ini berkata
“bukan tempat sama lelaki
ini dan itu tak serupa
lelaki ini adalah satu
semesta ciptakan bukan sepuluh!”

belenggu pagi ajarkan lelaki ini
kembali berjalan memeluk rantai
berjubah jingga lelaki ini
memungut dan memilah selaksa topeng lelaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: