-peron-

hentak laju kereta,
menjelma mengisi nada,
menyisir ruang antara genta,
menghirup halus rasuki dada.

berjalan, sahabat dalam warta
menari bersama tabur bintang
usai setiap jengkal cerita,
senandung nada nyala pelita.

bukan sebongkah waktu.

pergi untuk berpulang,
pada yang baru.
seperti angin petang,
mengejar hamba peluru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: